Showing posts with label Alfalfa. Show all posts
Showing posts with label Alfalfa. Show all posts

Tuesday, 28 October 2008

Meningkatkan Vitalitas “Terong”

“ Eh ….. jangan banyak-banyak makan itu, ntar loyo lho…..” kata seorang teman pada pak Yusuf yang sedang melahap terong goreng. Pak Yusuf hanya senyum-senyum nampaknya dia sedang khusu’ dengan santapan makan siangnya dan tak begitu perduli dengan kata-kata teman tadi. “Sayur yang ini nih perlu dibanyakin”, sambung temannya sambil mengangkat sendoknya yang berisi sayur tauge. “Kalau banyak-banyak makan terong natar “senjata” kita juga loyo kayak terong”, mending makan tauge yang banyak, karena katanya baik untuk kesuburan”. Cerocos teman tadi dengan gaya seperti seorang ahli gizi yang sedang diwawancarai di televise. Pak Yusuf yang punya istri dua itu pun akhirnya tak tahan angkat bicara, “Pak Budi, jangan terlalu percaya dengan mitos, saya sering konsumsi terong tapi “torpedo” saya gak loyo. Anak saya sekarang 7, malah yang terakhir kembar dua”.

Obrolan di dining room tadi yang mendiskreditkan terong sudah taka sing di telinga kita. Namun, ternyata anggapan bahwa terong menyebabkan impotensi dan menurunkan vitalitas tubuh memang hanya sekedar mitos yang tak bisa dipertanggung jawabkan. Sebaliknya terong mampu mendonkrak gairah seksual pria, karena kandungan afrodisiaknya. Disamping itu kandungan serat, vitamin dan mineral penting lainnya berperan dalam mencegah kanker terutama kandungan tripsin inhibitornya. Bahan hanya sampai disitu kehebatan terong. Ternyata sayur ini juga berguna bagi penderita wasir, rematik, batuk dan penyakit kulit.

Lalu bagaimana dengan mitos tentang tauge seperti yang dikatakan pa Budi tadi?. Ternyata ini bukan hanya sekedar mitos. Tauge mempunyai kemampuan meningkatkan kesuburan. Bagi pria, mengkonsumsi tauge secara rutin akan meningkatkan kualitas sperma. Bagi wanita berguna untuk mencegah kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi dan gangguan-gangguan akibat menopause. Tauge dari kacang kedelai, kacang hijau, alfalfa atau apapun kaya akan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusunan protein, ini dikarenakan kadar saponin bertambah pada saat berkecambah. Senyawa saponin mampu menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan resiko kanker. Tauge juga sumber vitamin E alami yang merupakan anti oksidan untuk membentengi tubuh dari radikal bebas. Vitamin E juga meningkatkan pasokan oksigen ke otot sehingga sirkulasi darah lancar.

Melihat dari manfaat kedua sayur tersebut, tidak ada salahnya kalau 2T (tauge dan terong) ini menjadi makanan favorite. Seperti sahabat saya amin yang doyan makan terong baker, sampai-sampai teman-teman menjulukinya Amin terong.

Wednesday, 18 June 2008

Daun Alfalfa

Gambar diambil dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Alfalfa

Kata Alfalfa sudah tak asing lagi bagi saya, karena sudah beberapa bulan ini saya mengkonsumsi liquid Chlorophyl yang merupakan ekstrak daun Alfalfa. Cairan hijau ini selalu tersedia di kulkas saya dan menjadi bagian dari menu harian. Awalnya saya masih ragu dengan keampuhan zat hijau daun dari tumbuhan Alfalfa ini, tapi setelah saya konsumsi baru ada terasa manfaatnya. Keluhan pada pencernaan mulai berkurang, dan bersin pagi juga sudah jarang. Mungkin kandungan Alfalfa yang kaya akan mineral esensial, seperti kalsium, kalium, sulfur, magnesium, sodium, yodium, zat besi, selenium, boron dan krom membuatnya menjadi nutrisi lengkap yang sangat baik untuk kesehatan. Sejauh itu, yang saya ketahui hanyalah bahwa tumbuhan ini mempunyai panjang kurang lebih semeter dan akarnya bisa mencapai puluhan meter, sehinga memungkin untuk menyerap zat-zat yang baik dari tanah, dan tumbuhnya di daerah gurun pasir seperti daerah Arab.
Ket gambar= Bal-bal Alfafa di sebuah kebun. Gambar diambil dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Alfalfa

Setelah saya baca di situs ensiklopedi graftis saya baru mendapatkan informasi yang lebih jelas bahwa Alfalfa (Medicago sativa) adalah satu tanaman berbunga di dalam keluarga kacang polong Fabaceae ditanami sebagai suatu tanaman pakan penting. Alfalfa adalah sejenis kacang polong yang tetap hijau pada musim dingin yang hidup dari tiga sampai duabelas tahun, tergantung pada iklim dan variasi. Tumbuhan ini menyerupai semanggi dengan bunga-bunga ungu kecil.

Alfalfa mempunyai nilai nutrisi paling tinggi dari semua tanaman panenan rumput kering umum. Sistem pengakarannya mudah beradaptasi, hasilnya mempunyai kemampuan paling tinggi mencari zat makanannya ke mana-mana. Penggunaan primernya adalah sama dengan makanan untuk sapi perah, dan juga untuk lembu daging sapi, kuda-kuda, domba-domba, dan kambing-kambing. Manusia juga makan sayuran tumbuhan Alfalfa, di dalam sandwich-sandwich dan selada-selada, misalnya. Dibeberapa tempat dikonsumsi sebagai sayuran daun. Dewasa ini konsumennya bertambah dikarenakan terutama oleh isi serabut tinggi tumbuhan tersebut. Daun tumbuhan Alfalfa biasanya dikeringkan dan secara komersial tersedia sebagai suguhan berkenaan dengan aturan makan di dalam beberapa bentuk, seperti tablet-tablet, teh dan bedak-bedak. Tumbuhan Alfalfa dipercaya oleh sebagian orang untuk menjadi galaktagoga, satu unsur yang mempengaruhi masa menyusu anak.

Di Indonesia sekarang malah telah dijumpai di beberapa swalayan terkemuka tauge Alfalfa.Dipercaya meningkatkan daya tahan tubuh, bersifat antioksidan pencegah kanker dan penyakit kardiovaskular. Tauge ini juga mampu mengatasi alergi, mencegah penumpukan plak dalam pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Alfalfa kaya akan serat yang dapat mengiklat lemak dan zat karsinogen penyebab kanker di dalam saluran pencernaan. Tingginya serat juga bermanfaat untuk mencegah sembelit sehingga sangat baik bagi penderita susah buang air besar.

Di sebuah perusahaan maju yang bergerak di bidang makanan kesehatan menjadikan ekstrak daun ini sebagai produk andalannya. Sudah banyak terbukti ekstrak daun ini memberikan manfaat bagi kesehatan bahkan berdaya penyembuh.

Ket gambar = Tauge Alfalfa. Diambil dari: http://budiboga.blogspot.com/2007/02/manfaat-tauge-alfalfa.html