Aroma jahe memang sangat menyegarkan. Itulah sebabnya banyak orang mencampurkan irisan jahe ke dalam seduhan teh untuk menyegarkan pikiran dan menghangatkan tubuh. Jika mual menyerang, jahe juga dapat menjadi alternatif yang tepat. Sebuah Studi University of Rochester Medical Center menemukan jahe mampu mengurangi mual dan muntah yang disebabkan chemotherapy. Tambahkan kira-kira setengah sendok teh jahe bubuk ke dalam makanan sehari-hari sebelum dan sesudah chemotherapy.
Jahe berperan sebagai pendetoksifikasi untuk mencegah keracunan seafood. Jangan lupa memasukkan irisan jahe setiap Anda memasak seafood. Selain digunakan untuk gangguan pencernaan, kandungan senyawa anti-inflammatorynya membantu meredakan sakit, mencegah gumpalan darah, dan mencegah migraine.
Dalam jahe juga ditemukan geraniol, sejenis pembasmi kanker. Seniol dalam jahe dapat merangsang aktivitas saraf pusat dalam mencegah ejakulasi dini. Sifat hangat jahe dapat memperlancar peredaran darah, khususnya organ seksual. Sekali lagi, jangan lupa untuk selalu menambahkan jahe dalam masakan istimewa Anda dan minum teh jahe untuk vitalitas.
Thursday, 8 April 2010
Natural Medicine untuk keputihan
Keputihan adalah penyakit kelamin yang dialami banyak wanita. Rasa tidak nyaman karena keputihan disebabkan bakteri yang berkembang. Lendir putih bahkan menjadi kuning kehijau-hijauan ini menimbulkan bau tak sedap. Belum lagi gatal-gatal yang menyerang. Begitu sangat mengganggu. Jika ini terjadi, jangan anggap remeh karena penyakit ini dapat menimbulkan dampak buruk pada organ reproduksi.
Menjaga kebersihan pribadi khususnya sekitar kelamin adalah salah satu cara pencegahannya. Saat membersihkan kemaluan, alirkan air dari arah depan (kelamin) ke arah belakang (anus). Jangan biarkan kelamin dalam keadaan basah setelah buang air kecil atau besar. Mengeringkan kelamin dengan kain lembut untuk meminimalkan bakteri yang berkembang di tempat lembab. Hindari terlalu sering menggunakan celana dalam yang ketat atau tidak menyerap keringat. Jika selama ini terbiasa menggunakan pakaian dalam milik orang lain atau bergantian, mulai sekarang jangan ulangi kebiasaan buruk tersebut karena bakteri akan mudah berpindah tempat.
Jika keputihan sedang menjadi masalah pribadi Anda, jangan tunda-tunda lagi untuk mengusirnya. Obat tradisional lebih baik digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat kimia. Anda bisa memanfaatkan 90 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya kemudian dijus ditambah 30 gram sambiroto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya. Minimlah 2 kali sehari secara teratur. Mudah-mudahan keputihan akan lenyap dan Anda akan terhindar dari gatal-gatal dan bau tak sedap dari kelamin Anda.
Menjaga kebersihan pribadi khususnya sekitar kelamin adalah salah satu cara pencegahannya. Saat membersihkan kemaluan, alirkan air dari arah depan (kelamin) ke arah belakang (anus). Jangan biarkan kelamin dalam keadaan basah setelah buang air kecil atau besar. Mengeringkan kelamin dengan kain lembut untuk meminimalkan bakteri yang berkembang di tempat lembab. Hindari terlalu sering menggunakan celana dalam yang ketat atau tidak menyerap keringat. Jika selama ini terbiasa menggunakan pakaian dalam milik orang lain atau bergantian, mulai sekarang jangan ulangi kebiasaan buruk tersebut karena bakteri akan mudah berpindah tempat.
Jika keputihan sedang menjadi masalah pribadi Anda, jangan tunda-tunda lagi untuk mengusirnya. Obat tradisional lebih baik digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat kimia. Anda bisa memanfaatkan 90 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya kemudian dijus ditambah 30 gram sambiroto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya. Minimlah 2 kali sehari secara teratur. Mudah-mudahan keputihan akan lenyap dan Anda akan terhindar dari gatal-gatal dan bau tak sedap dari kelamin Anda.
Monday, 31 August 2009
Rokok, take it or leave it?
Sejak usia 17 tahun saya sudah mulai mencoba merokok walaupun belum bisa menikmatinya. Waktu itu merokok hanyalah partisipasi dengan teman-teman yang perokok. Partisipasi ini mulai meningkat ketika menduduki bangku kuliah, karena jumlah teman yang merokok juga lebih banyak. Dan pada akhirnya saya pun mulai bisa menikmati kepulan asap yang dihirup ke dalam paru-paru yang malang ini.
Krisis moneter tahun 1997 mulai berpengaruh terhadap kesehatan kantong yang tentu saja berakibat buruk pada alokasi dana RAPBP (rencana anggaran perokok berat). Beberapa teman termasuk saya, mulai berencana untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, dengan penuh perjuangan tentunya. Namun sayang, lebih banyak yang kandas di tengah jalan dan berakhir di bungkusan “Gold Flake”, rokok getir tapi murah. Berbagai cara sudah ditempuh, tapi sel-sel otak sudah terbiasa dengan kadar racun tertentu yang diracik oleh tangan-tangan terampil dan berpengalaman sehingga memiliki kekuatan candu yang cukup besar sehingga hasilnya, mental tak sanggup menahan rasa tersiksa untuk tidak merokok. Jangankan mencium aromanya, melihat orang yang menghisapnya pun sudah bikin mulut terasa asam.
Berbagai cara klasik sampai teknik terkini berhenti merokok pun di coba. Sebut saja misalnya bang Sahlan. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok maka dia pun menggantinya dengan kebiasaan buruk yang lain, makan permen. Setelah lebih kurang 2 bulan bang Sahlan pun kembali ke “Gold Flake” dengan alasan biaya beli permen tak kalah besar dengan rokok, disamping juga bisa mengakibatkan penyakit diabetes dan sakit gigi. Saya tak kalah dengan Sahlan, sudah lebih 3 bulan saya tidak beli rokok. Sayangnya, terlalu banyak orang yang baik hati memberikan rokoknya, dengan sukarela maupun sedikit terpaksa, sehingga akhirnya walupun tidak beli tapi saya tetap merokok.
Selama di New Delhi ada 2 mata air rokok yang tak putus-putus dan selalu mengalir ke mulut saya. Bang Pur, usianya lebih senior dari saya, penerima beasiswa sehingga krismon tidak begitu mempengaruhinya. Mungkin karena dia menganggap saya adik yang pantas disayangi, maka dia pun ikhlas berbagi “sungai nikotin”. Sumber yang satu lagi Cak Fathi. Tampangnya junior, tapi jangan salah, itu cuma casingnya, isinya jauh lebih tua dari saya. Teman yang satu ini mungkin punya pohon “Gold Flake” yang rajin berbuah di lemarinya, tidak ada pacekliknya walaupun tidak diberi pupuk. Hampir setiap bungkus yang dia buka saya pasti nimbrung. Disamping 2 sumber besar ini tentunya ada juga sumber-sumber lainnya. Seperti Bang Yusuf yang kadang-kadang singgah bertandang sepulang kerja dari KBRI. Bang Jusman yang tiba-tiba datang untuk berbagi ide. Bang Rozi yang kadang-kadang curhat tentang tambatan hatinya yang entah di mana wujudnya. Bang Ramlan, yang ATMnya gak pernah kosong. Bang Manu yang kadang-kadang datang berlibur dari Aligarh. Masih banyak lagi sumber-sumber lain yang tak tersebutkan.
Tahun 2004 saya bertemu lagi dengan Bang Pur yang belum berubah, tetap dia membelikan saya sebungkus “234” walaupun ternyata beliau sendiri sudah tidak lagi mengkonsumsi tembakau yang diracik dengan tar dan cengkeh pilihan dan diyakini sebagai obat batuk itu. Harum aromanya pun tak menggodanya. Yang mengejutkan, bukan hanya bang Pur, tapi chainsmoker di lingkungan bang Pur yang pernah saya kenal lainnya juga sudah gantung pipa. Ini membuat dunia terasa sepi, dan “234” pemberian bang Pur pun jadi terasa hambar.
Ketika saya mulai mengajar di IAIN-SU sebagai dosen honor, saya sering berkunjung ke kantor Bang Harun, juga senior saya, dan termasuk kalangan yang biasa berbagi nikotin dengan saya semasa kuliah. Anda mungkin bingung dengan istilah dosen honor. Tak perlu terlalu merasa kurang informasi, saya sendiri pun masih bingung dengan maksud istilah itu. Kalau anda mengira dosen honor adalah dosen yang diberi honor tinggi, anda salah. Tapi kalau anda mengatakan dosen honor adalah dosen kehormatan, lebih salah lagi. Bang Harun, juga seperti yang lainnya sedang berusaha mengurangi frekwensi merokoknya.
Oh ya, ada juga teman yang tidak berhenti menghisap tembakau, tapi sedang mencoba mengurangi ancaman bahayanya dengan mengganti rokoknya dengan yang mild. Tapi sepanjang pengetahuan saya kepercayaan bahwa rokok mild lebih aman karena nikotin dan tarnya berkadar rendah adalah isapan jempol belaka. Rokok mild tak selembut yang diiklankan. Jumlah tar dan nikotin yang dihisap dari rokok mild ternyata 8 kali lebih tinggi dari yang diklankan. Belum lagi jumlah yang dihisap bisa jadi lebih banyak. Rokok biasa bisa habis sebungkus perhari, sedangkan rokok mild 2 bungkus belum “nendang”.
Awal tahun 2009 saya bertemu Pak Mujab, senior saya di Aligarh Muslim University. Pertemuan tak diduga ini terasa hangat karena memang sudah sangat lama tidak bertemu. Angin apa kiranya yang telah membawa senior yang sangat saya segani ini ke kota Medan. Ternyata kunjungannya ke Medan adalah atas undangan orang “numero uno” di Sumut. Tanpa menghiraukan rasa lelahnya (sorry Mas ya..) kami duduk sampai larut malam di lobby hotel Madani ditemani putra pemilik hotel yang kebetulan adalah muridnya, dan kebetulan juga adalah bos saya di Sekolah Internasional Darul Ilmi Murni. Pembicaraan menarik tentang dunia pendidikan itu rasanya akan lebih menarik lagi kalau diselingi dengan isapan asap tembakau dan cengkeh pilihan, maka saya pun mengeluarkan sebungkus “234”. Saya ingin mengembalikan kenangan musim dingin di Aligarh, ngobrol-ngobrol dengan Pak Mujab sambil menikmati “234”. Dengan malas pak Mujab mengambil sebatang sembari berkata, ”sebetulnya saya sudah tidak merokok, kecuali sekali-sekali”. Ini adalah sesuatu yang mengejutkan bagi saya mengingat beliau adalah salah seorang perokok berat yang saya kenal. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan beliau bahwa merokok selain buruk buat kesehatan juga menunjukkan kebiasaan orang yanga tidak beradab.
Suatu hari saya mengunjungi blog Cak Fathi yang memang sering saya kunjungi (kunjungan balasannya donk Cak!). Ketika itu tulisannya menceritakan bahwa dia sedang merayakan ulang tahun yang pertama. Saya sempat berpikir, teman yang satu ini terlalu PD (percaya diri). Beliau memang sering mengaku berumur 17 atau 23 tahun, karena memiliki baby face. Tapi untuk mengaku berumur 1 tahun kan kelewat muda. Setelah selesai membaca tulisannya barulah saya tahu bahwa cendikiawan Malang yang selalu beruntung ini sedang merayakan tahun pertama dia tidak merokok. Sepertinya dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Walaupun mengejutkan saya tetap ucapkan selamat padanya.
Kedua orang yang pernah saya sebut sebagai “mata air” sudah menyatakan diri pensiun menghisap rokok, begitu juga teman-teman yang lain yang sudah insaf. Tinggal saya, the last hero, yang masih berkutat dengan rokok. Cerita ini menyisakan pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Ketika saya dulu merokok karena mengikuti teman-teman, sekarang kenapa setelah teman-teman quits moking, saya tidak ikut-ikutan berhenti?. Apa saya akan mengikuti jejak seorang teman lain, yang baru berhenti merokok setelah kanker paru-paru mencabut nyawanya?.
Krisis moneter tahun 1997 mulai berpengaruh terhadap kesehatan kantong yang tentu saja berakibat buruk pada alokasi dana RAPBP (rencana anggaran perokok berat). Beberapa teman termasuk saya, mulai berencana untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, dengan penuh perjuangan tentunya. Namun sayang, lebih banyak yang kandas di tengah jalan dan berakhir di bungkusan “Gold Flake”, rokok getir tapi murah. Berbagai cara sudah ditempuh, tapi sel-sel otak sudah terbiasa dengan kadar racun tertentu yang diracik oleh tangan-tangan terampil dan berpengalaman sehingga memiliki kekuatan candu yang cukup besar sehingga hasilnya, mental tak sanggup menahan rasa tersiksa untuk tidak merokok. Jangankan mencium aromanya, melihat orang yang menghisapnya pun sudah bikin mulut terasa asam.
Berbagai cara klasik sampai teknik terkini berhenti merokok pun di coba. Sebut saja misalnya bang Sahlan. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok maka dia pun menggantinya dengan kebiasaan buruk yang lain, makan permen. Setelah lebih kurang 2 bulan bang Sahlan pun kembali ke “Gold Flake” dengan alasan biaya beli permen tak kalah besar dengan rokok, disamping juga bisa mengakibatkan penyakit diabetes dan sakit gigi. Saya tak kalah dengan Sahlan, sudah lebih 3 bulan saya tidak beli rokok. Sayangnya, terlalu banyak orang yang baik hati memberikan rokoknya, dengan sukarela maupun sedikit terpaksa, sehingga akhirnya walupun tidak beli tapi saya tetap merokok.
Selama di New Delhi ada 2 mata air rokok yang tak putus-putus dan selalu mengalir ke mulut saya. Bang Pur, usianya lebih senior dari saya, penerima beasiswa sehingga krismon tidak begitu mempengaruhinya. Mungkin karena dia menganggap saya adik yang pantas disayangi, maka dia pun ikhlas berbagi “sungai nikotin”. Sumber yang satu lagi Cak Fathi. Tampangnya junior, tapi jangan salah, itu cuma casingnya, isinya jauh lebih tua dari saya. Teman yang satu ini mungkin punya pohon “Gold Flake” yang rajin berbuah di lemarinya, tidak ada pacekliknya walaupun tidak diberi pupuk. Hampir setiap bungkus yang dia buka saya pasti nimbrung. Disamping 2 sumber besar ini tentunya ada juga sumber-sumber lainnya. Seperti Bang Yusuf yang kadang-kadang singgah bertandang sepulang kerja dari KBRI. Bang Jusman yang tiba-tiba datang untuk berbagi ide. Bang Rozi yang kadang-kadang curhat tentang tambatan hatinya yang entah di mana wujudnya. Bang Ramlan, yang ATMnya gak pernah kosong. Bang Manu yang kadang-kadang datang berlibur dari Aligarh. Masih banyak lagi sumber-sumber lain yang tak tersebutkan.
Tahun 2004 saya bertemu lagi dengan Bang Pur yang belum berubah, tetap dia membelikan saya sebungkus “234” walaupun ternyata beliau sendiri sudah tidak lagi mengkonsumsi tembakau yang diracik dengan tar dan cengkeh pilihan dan diyakini sebagai obat batuk itu. Harum aromanya pun tak menggodanya. Yang mengejutkan, bukan hanya bang Pur, tapi chainsmoker di lingkungan bang Pur yang pernah saya kenal lainnya juga sudah gantung pipa. Ini membuat dunia terasa sepi, dan “234” pemberian bang Pur pun jadi terasa hambar.
Ketika saya mulai mengajar di IAIN-SU sebagai dosen honor, saya sering berkunjung ke kantor Bang Harun, juga senior saya, dan termasuk kalangan yang biasa berbagi nikotin dengan saya semasa kuliah. Anda mungkin bingung dengan istilah dosen honor. Tak perlu terlalu merasa kurang informasi, saya sendiri pun masih bingung dengan maksud istilah itu. Kalau anda mengira dosen honor adalah dosen yang diberi honor tinggi, anda salah. Tapi kalau anda mengatakan dosen honor adalah dosen kehormatan, lebih salah lagi. Bang Harun, juga seperti yang lainnya sedang berusaha mengurangi frekwensi merokoknya.
Oh ya, ada juga teman yang tidak berhenti menghisap tembakau, tapi sedang mencoba mengurangi ancaman bahayanya dengan mengganti rokoknya dengan yang mild. Tapi sepanjang pengetahuan saya kepercayaan bahwa rokok mild lebih aman karena nikotin dan tarnya berkadar rendah adalah isapan jempol belaka. Rokok mild tak selembut yang diiklankan. Jumlah tar dan nikotin yang dihisap dari rokok mild ternyata 8 kali lebih tinggi dari yang diklankan. Belum lagi jumlah yang dihisap bisa jadi lebih banyak. Rokok biasa bisa habis sebungkus perhari, sedangkan rokok mild 2 bungkus belum “nendang”.
Awal tahun 2009 saya bertemu Pak Mujab, senior saya di Aligarh Muslim University. Pertemuan tak diduga ini terasa hangat karena memang sudah sangat lama tidak bertemu. Angin apa kiranya yang telah membawa senior yang sangat saya segani ini ke kota Medan. Ternyata kunjungannya ke Medan adalah atas undangan orang “numero uno” di Sumut. Tanpa menghiraukan rasa lelahnya (sorry Mas ya..) kami duduk sampai larut malam di lobby hotel Madani ditemani putra pemilik hotel yang kebetulan adalah muridnya, dan kebetulan juga adalah bos saya di Sekolah Internasional Darul Ilmi Murni. Pembicaraan menarik tentang dunia pendidikan itu rasanya akan lebih menarik lagi kalau diselingi dengan isapan asap tembakau dan cengkeh pilihan, maka saya pun mengeluarkan sebungkus “234”. Saya ingin mengembalikan kenangan musim dingin di Aligarh, ngobrol-ngobrol dengan Pak Mujab sambil menikmati “234”. Dengan malas pak Mujab mengambil sebatang sembari berkata, ”sebetulnya saya sudah tidak merokok, kecuali sekali-sekali”. Ini adalah sesuatu yang mengejutkan bagi saya mengingat beliau adalah salah seorang perokok berat yang saya kenal. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan beliau bahwa merokok selain buruk buat kesehatan juga menunjukkan kebiasaan orang yanga tidak beradab.
Suatu hari saya mengunjungi blog Cak Fathi yang memang sering saya kunjungi (kunjungan balasannya donk Cak!). Ketika itu tulisannya menceritakan bahwa dia sedang merayakan ulang tahun yang pertama. Saya sempat berpikir, teman yang satu ini terlalu PD (percaya diri). Beliau memang sering mengaku berumur 17 atau 23 tahun, karena memiliki baby face. Tapi untuk mengaku berumur 1 tahun kan kelewat muda. Setelah selesai membaca tulisannya barulah saya tahu bahwa cendikiawan Malang yang selalu beruntung ini sedang merayakan tahun pertama dia tidak merokok. Sepertinya dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Walaupun mengejutkan saya tetap ucapkan selamat padanya.
Kedua orang yang pernah saya sebut sebagai “mata air” sudah menyatakan diri pensiun menghisap rokok, begitu juga teman-teman yang lain yang sudah insaf. Tinggal saya, the last hero, yang masih berkutat dengan rokok. Cerita ini menyisakan pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Ketika saya dulu merokok karena mengikuti teman-teman, sekarang kenapa setelah teman-teman quits moking, saya tidak ikut-ikutan berhenti?. Apa saya akan mengikuti jejak seorang teman lain, yang baru berhenti merokok setelah kanker paru-paru mencabut nyawanya?.
Monday, 19 January 2009
Benefit of Oukup
Oukup is the Karo traditional steam bath which is very popular in Medan, a city in NOrth Sumatera. A room provided with hot steam of traditional herb and spices for the sake of healthness at the low cost is usually found in Jamin Ginting street. But unfortunately some oukup places now turning to be place of prostitution. You hardly find the real oukup unless you have a good knowledge of the area.
Oukup opens the pores on skin and helps body to remove toxins and other impurities from within the body and blood. Its traditional herb gives a particular benefits to cure various disease. Commonly, steam bath is safe for human health and does offer health benefits such as relaxation, weight loss and many more as stated by various health case institutes and magazines which has conduct a study on it.
Oukup bath causes sweating & helps in opening skin pores. As we sweat more, it helps in excretion of body toxins and other impurities from the blood. People experience freshness in mood and health for longer time once they take oukup bath, as the body gets cleansed through sweating and muscles are relieved leading to the feeling of well-being. Oukup is also useful in joint pains as the warm steam helps blood flow resume effectively in all parts of the body and the contracted muscles are relieved.
The heat generated during oukup helps our body in improving our immune system by increasing our body heat which simulates the fever condition. We also know about the medical properties of steam, which proves to be of great help in treating problems like cold (sinusitis), bronchitis, laryngitis etc.
Oukup opens the pores on skin and helps body to remove toxins and other impurities from within the body and blood. Its traditional herb gives a particular benefits to cure various disease. Commonly, steam bath is safe for human health and does offer health benefits such as relaxation, weight loss and many more as stated by various health case institutes and magazines which has conduct a study on it.
Oukup bath causes sweating & helps in opening skin pores. As we sweat more, it helps in excretion of body toxins and other impurities from the blood. People experience freshness in mood and health for longer time once they take oukup bath, as the body gets cleansed through sweating and muscles are relieved leading to the feeling of well-being. Oukup is also useful in joint pains as the warm steam helps blood flow resume effectively in all parts of the body and the contracted muscles are relieved.
The heat generated during oukup helps our body in improving our immune system by increasing our body heat which simulates the fever condition. We also know about the medical properties of steam, which proves to be of great help in treating problems like cold (sinusitis), bronchitis, laryngitis etc.
Wednesday, 17 December 2008
Benarkah masturbasi berbahaya bagi pria?
Aje giile.. ini baaaaaru hal baru.... Biasanya di mana-mana pendapat orang tentang masturbasi selalu negatif. Menurut pendapat yang tak bisa dipertanggungjawabkan, masturbasi bisa menyebabkan kemandulan, penyakit seksual dan kurang stamina. Tapi sebaliknya hasil riset yang dipublikasikan oleh New Scientist menyebutkan bahwa laki-laki yang teratur melakukan masturbasi mempunyai risiko yang lebih kecil terserang penyakit kanker prostat.
Menurut para peneliti kanker di Melbourne, mengeluarkan cairan sperma secara teratur bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Malah kalau cairan sperma tidak dikeluarkan akan menumpuk dalam prostat senyawa kimia penyebab kanker yaitu karsinogen.
Hal ini bersebarangan dengan pendapat ahli kesehatan sebelumnya, bahwa kanker prostat dipicu oleh aktivitas seksual yang terlalu sering. Mana yang bener nih ya...???
Kalo menurut dokter pribadi saya, melakukan hubungan suami istri sebaiknya tidak tiap hari, karena sperma butuh waktu untuk menjadi matang, dianjurkan 2 atau 3 hari sekali. Kalau benar mengeluarkan cairan sperma secara teratur bisa mengurangi risiko kanker, berarti 3 hari sekali harus berhubungan, kalau tidak berarti tidak beraturan hehehe.Tapi apakah sama hasilnya antara berhubungan suami istri dengan masturbasi?
Menurut penelitian lain masturbasi bisa membahayakan kehidupan seksual seseorang, terutama dari sisi psikis. Kebiasaan masturbasi bisa mengganggu kejiwaan, salah satunya ketertarikan terhadap lawan jenis bisa berubah. Pelakunya akan lebih tertarik melihat alat-alat yang digunakan untuk masturbasi ketimbang lawan jenisnya. Apa benar demikian ya?
Saya pernah membaca keterangan dr. Naik L Tobing, yang menyatakan bahwa masturbasi tidak mempunyai efek samping terhadap seseorang termasuk masalah kesuburan.
Bagaimana menurut anda?
Tuesday, 28 October 2008
Meningkatkan Vitalitas “Terong”
“ Eh ….. jangan banyak-banyak makan itu, ntar loyo lho…..” kata seorang teman pada pak Yusuf yang sedang melahap terong goreng. Pak Yusuf hanya senyum-senyum nampaknya dia sedang khusu’ dengan santapan makan siangnya dan tak begitu perduli dengan kata-kata teman tadi. “Sayur yang ini nih perlu dibanyakin”, sambung temannya sambil mengangkat sendoknya yang berisi sayur tauge. “Kalau banyak-banyak makan terong natar “senjata” kita juga loyo kayak terong”, mending makan tauge yang banyak, karena katanya baik untuk kesuburan”. Cerocos teman tadi dengan gaya seperti seorang ahli gizi yang sedang diwawancarai di televise. Pak Yusuf yang punya istri dua itu pun akhirnya tak tahan angkat bicara, “Pak Budi, jangan terlalu percaya dengan mitos, saya sering konsumsi terong tapi “torpedo” saya gak loyo. Anak saya sekarang 7, malah yang terakhir kembar dua”.
Obrolan di dining room tadi yang mendiskreditkan terong sudah taka sing di telinga kita. Namun, ternyata anggapan bahwa terong menyebabkan impotensi dan menurunkan vitalitas tubuh memang hanya sekedar mitos yang tak bisa dipertanggung jawabkan. Sebaliknya terong mampu mendonkrak gairah seksual pria, karena kandungan afrodisiaknya. Disamping itu kandungan serat, vitamin dan mineral penting lainnya berperan dalam mencegah kanker terutama kandungan tripsin inhibitornya. Bahan hanya sampai disitu kehebatan terong. Ternyata sayur ini juga berguna bagi penderita wasir, rematik, batuk dan penyakit kulit.
Lalu bagaimana dengan mitos tentang tauge seperti yang dikatakan pa Budi tadi?. Ternyata ini bukan hanya sekedar mitos. Tauge mempunyai kemampuan meningkatkan kesuburan. Bagi pria, mengkonsumsi tauge secara rutin akan meningkatkan kualitas sperma. Bagi wanita berguna untuk mencegah kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi dan gangguan-gangguan akibat menopause. Tauge dari kacang kedelai, kacang hijau, alfalfa atau apapun kaya akan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusunan protein, ini dikarenakan kadar saponin bertambah pada saat berkecambah. Senyawa saponin mampu menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan resiko kanker. Tauge juga sumber vitamin E alami yang merupakan anti oksidan untuk membentengi tubuh dari radikal bebas. Vitamin E juga meningkatkan pasokan oksigen ke otot sehingga sirkulasi darah lancar.
Melihat dari manfaat kedua sayur tersebut, tidak ada salahnya kalau 2T (tauge dan terong) ini menjadi makanan favorite. Seperti sahabat saya amin yang doyan makan terong baker, sampai-sampai teman-teman menjulukinya Amin terong.
Obrolan di dining room tadi yang mendiskreditkan terong sudah taka sing di telinga kita. Namun, ternyata anggapan bahwa terong menyebabkan impotensi dan menurunkan vitalitas tubuh memang hanya sekedar mitos yang tak bisa dipertanggung jawabkan. Sebaliknya terong mampu mendonkrak gairah seksual pria, karena kandungan afrodisiaknya. Disamping itu kandungan serat, vitamin dan mineral penting lainnya berperan dalam mencegah kanker terutama kandungan tripsin inhibitornya. Bahan hanya sampai disitu kehebatan terong. Ternyata sayur ini juga berguna bagi penderita wasir, rematik, batuk dan penyakit kulit.
Lalu bagaimana dengan mitos tentang tauge seperti yang dikatakan pa Budi tadi?. Ternyata ini bukan hanya sekedar mitos. Tauge mempunyai kemampuan meningkatkan kesuburan. Bagi pria, mengkonsumsi tauge secara rutin akan meningkatkan kualitas sperma. Bagi wanita berguna untuk mencegah kanker payudara, gangguan menjelang menstruasi dan gangguan-gangguan akibat menopause. Tauge dari kacang kedelai, kacang hijau, alfalfa atau apapun kaya akan asam-asam amino esensial yang merupakan penyusunan protein, ini dikarenakan kadar saponin bertambah pada saat berkecambah. Senyawa saponin mampu menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan resiko kanker. Tauge juga sumber vitamin E alami yang merupakan anti oksidan untuk membentengi tubuh dari radikal bebas. Vitamin E juga meningkatkan pasokan oksigen ke otot sehingga sirkulasi darah lancar.
Melihat dari manfaat kedua sayur tersebut, tidak ada salahnya kalau 2T (tauge dan terong) ini menjadi makanan favorite. Seperti sahabat saya amin yang doyan makan terong baker, sampai-sampai teman-teman menjulukinya Amin terong.
Thursday, 7 August 2008
Trik mencari referral
Sambil duduk santai membaca artikel-artikel menarik di media-media Indonesia online saya tetap melakukan aktifitas "iseng-iseng berhadiah" yang biasa disebut dengan PTC. Klik-sana klik sini, bukan hanya satu situs PTC tapi beberapa buah situs. Tak terasa urusan klik mengklik ini ternyata makin hari makin bikin tambah semangat karena selain gampang juga benar-benar menghasilkan asal gak salah pilih program PTC.
Waktu pertama sekali nyoba-nyoba PTC saya masih ngak kepikir gimana caranya biar cepat duitnya bertambah. Tapi saya gak pesimis, toh joinnya gratis kok... dan untuk sekedar klik doang ngak butuh skill apa pun. Hanya butuh sedikit kesabaran dan ketekunan. Harapan saya ngak banyak, dapet 30 dolar sebulan juga ngak masalah lah daripada online gak dapet apa-apa selain baca-baca artikel dan ngecek email tentunya. Kalau satu program PTC aja bisa menghasilkan 3 dolar dengan klik sendiri berarti kalo saya ikut PTC 10 aja kan bisa juga nyampe 30 dolar hehehe.... sederhana ya cara berpikirnya.
Waktu itu saya bingung gimana pendekar-pendekar PTC bisa dapetin referral yang banyak ya...? Tapi seiring berjalannya waktu ternyata ada juga yang join dibawah sponsor saya, padahal saya ngak begitu giat promosi lho... dan ngak disangka ternyata beberapa dari mereka adalah orang yang rajin klik. Mungkin mereka adalah pegawai-pegawai kantor yang biasa kerja sambil iseng klik iklan-iklan PTC kayak saya juga :) Sejauh ini yang saya lakukan hanya nyantolin beberapa link situs PTC di blog ini, antara lain : Bux.to, Advercash, No-Minimum, PersianPtc, World-clix Dll.
Eh tau-tau ada aja yang join dan bertambahlah dolar ke account saya. Walaupun belum banyak tapi perubahannya jelas dibanding klik sendiri. Saya saranin temen-temen yang baru join juga cantolin aja link referralnya di blog, pasti suatu saat ada yang join.
Met mencoba yah! wish u success!
Waktu pertama sekali nyoba-nyoba PTC saya masih ngak kepikir gimana caranya biar cepat duitnya bertambah. Tapi saya gak pesimis, toh joinnya gratis kok... dan untuk sekedar klik doang ngak butuh skill apa pun. Hanya butuh sedikit kesabaran dan ketekunan. Harapan saya ngak banyak, dapet 30 dolar sebulan juga ngak masalah lah daripada online gak dapet apa-apa selain baca-baca artikel dan ngecek email tentunya. Kalau satu program PTC aja bisa menghasilkan 3 dolar dengan klik sendiri berarti kalo saya ikut PTC 10 aja kan bisa juga nyampe 30 dolar hehehe.... sederhana ya cara berpikirnya.
Waktu itu saya bingung gimana pendekar-pendekar PTC bisa dapetin referral yang banyak ya...? Tapi seiring berjalannya waktu ternyata ada juga yang join dibawah sponsor saya, padahal saya ngak begitu giat promosi lho... dan ngak disangka ternyata beberapa dari mereka adalah orang yang rajin klik. Mungkin mereka adalah pegawai-pegawai kantor yang biasa kerja sambil iseng klik iklan-iklan PTC kayak saya juga :) Sejauh ini yang saya lakukan hanya nyantolin beberapa link situs PTC di blog ini, antara lain : Bux.to, Advercash, No-Minimum, PersianPtc, World-clix Dll.
Eh tau-tau ada aja yang join dan bertambahlah dolar ke account saya. Walaupun belum banyak tapi perubahannya jelas dibanding klik sendiri. Saya saranin temen-temen yang baru join juga cantolin aja link referralnya di blog, pasti suatu saat ada yang join.
Met mencoba yah! wish u success!
Subscribe to:
Posts (Atom)