Ikan lele yang memiliki nama latin Clarias berarti lincah dan kuat ini berasal dari Afrika. Orang Inggris menyebutnya cat fish karena mempunyai kumis sama seperti kucing. Ia biasa hidup di air tawar yang berlumpur. Itulah sebabnya tubuhnya penuh dengan lendir. Untuk melindungi dirinya, ia bisa saja menggunakan patil yang sangat tajam berupa tulang kecil di siripnya.
Saat ini beternak lele banyak dilakukan orang. Untuk menambah penghasilan, usaha ini sangat menjanjikan. Selain tidak merepotkan, lele sudah dapat dipanen dalam waktu 3 bulan. Kolam lele tidak membutuhkan perlakuan khusus. Kita bisa membuat kolam berukuran 100 – 500 m2 dengan tinggi 1 – 1,5 m berdinding semen, batu, tanah, atau dengan terpal plastik. Ikan lele biasa hidup pada suhu 28 – 32 0C. Makanannya pun tidak sulit didapat. Ikan lele mau makan segala macam makanan. Ikan berlendir ini lebih aktif mencari makan pada malam hari.
Banyak orang yang tidak menyukai lele karena ia mau memakan apa saja termasuk kotoran. Tapi jangan takut, tubuh lele dapat menetralisir racun dari makanan yang dimakannya. Jangan ragu untuk menikmati daging lele yang tebal dan gurih. Lele kaya akan omega 3 yang berfungsi untuk kecerdasan otak. Untuk orang yang tinggi kolesterol, lele cocok menjadi santapan wajib karena lele rendah akan kolesterol. Jika dimakan dengan tulangnya, kita akan mendapatkan mineral dari lele. Uniknya, setelah dimasak baik direbus, digoreng, dikukus, maupun jenis masakan lainnya, kadar protein dalam lele semakin tinggi dan kadar air semakin rendah. Tunggu apalagi, rasakan nikmatnya ikan lele!
Thursday, 8 April 2010
Sehat dengan Jahe
Aroma jahe memang sangat menyegarkan. Itulah sebabnya banyak orang mencampurkan irisan jahe ke dalam seduhan teh untuk menyegarkan pikiran dan menghangatkan tubuh. Jika mual menyerang, jahe juga dapat menjadi alternatif yang tepat. Sebuah Studi University of Rochester Medical Center menemukan jahe mampu mengurangi mual dan muntah yang disebabkan chemotherapy. Tambahkan kira-kira setengah sendok teh jahe bubuk ke dalam makanan sehari-hari sebelum dan sesudah chemotherapy.
Jahe berperan sebagai pendetoksifikasi untuk mencegah keracunan seafood. Jangan lupa memasukkan irisan jahe setiap Anda memasak seafood. Selain digunakan untuk gangguan pencernaan, kandungan senyawa anti-inflammatorynya membantu meredakan sakit, mencegah gumpalan darah, dan mencegah migraine.
Dalam jahe juga ditemukan geraniol, sejenis pembasmi kanker. Seniol dalam jahe dapat merangsang aktivitas saraf pusat dalam mencegah ejakulasi dini. Sifat hangat jahe dapat memperlancar peredaran darah, khususnya organ seksual. Sekali lagi, jangan lupa untuk selalu menambahkan jahe dalam masakan istimewa Anda dan minum teh jahe untuk vitalitas.
Jahe berperan sebagai pendetoksifikasi untuk mencegah keracunan seafood. Jangan lupa memasukkan irisan jahe setiap Anda memasak seafood. Selain digunakan untuk gangguan pencernaan, kandungan senyawa anti-inflammatorynya membantu meredakan sakit, mencegah gumpalan darah, dan mencegah migraine.
Dalam jahe juga ditemukan geraniol, sejenis pembasmi kanker. Seniol dalam jahe dapat merangsang aktivitas saraf pusat dalam mencegah ejakulasi dini. Sifat hangat jahe dapat memperlancar peredaran darah, khususnya organ seksual. Sekali lagi, jangan lupa untuk selalu menambahkan jahe dalam masakan istimewa Anda dan minum teh jahe untuk vitalitas.
Natural Medicine untuk keputihan
Keputihan adalah penyakit kelamin yang dialami banyak wanita. Rasa tidak nyaman karena keputihan disebabkan bakteri yang berkembang. Lendir putih bahkan menjadi kuning kehijau-hijauan ini menimbulkan bau tak sedap. Belum lagi gatal-gatal yang menyerang. Begitu sangat mengganggu. Jika ini terjadi, jangan anggap remeh karena penyakit ini dapat menimbulkan dampak buruk pada organ reproduksi.
Menjaga kebersihan pribadi khususnya sekitar kelamin adalah salah satu cara pencegahannya. Saat membersihkan kemaluan, alirkan air dari arah depan (kelamin) ke arah belakang (anus). Jangan biarkan kelamin dalam keadaan basah setelah buang air kecil atau besar. Mengeringkan kelamin dengan kain lembut untuk meminimalkan bakteri yang berkembang di tempat lembab. Hindari terlalu sering menggunakan celana dalam yang ketat atau tidak menyerap keringat. Jika selama ini terbiasa menggunakan pakaian dalam milik orang lain atau bergantian, mulai sekarang jangan ulangi kebiasaan buruk tersebut karena bakteri akan mudah berpindah tempat.
Jika keputihan sedang menjadi masalah pribadi Anda, jangan tunda-tunda lagi untuk mengusirnya. Obat tradisional lebih baik digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat kimia. Anda bisa memanfaatkan 90 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya kemudian dijus ditambah 30 gram sambiroto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya. Minimlah 2 kali sehari secara teratur. Mudah-mudahan keputihan akan lenyap dan Anda akan terhindar dari gatal-gatal dan bau tak sedap dari kelamin Anda.
Menjaga kebersihan pribadi khususnya sekitar kelamin adalah salah satu cara pencegahannya. Saat membersihkan kemaluan, alirkan air dari arah depan (kelamin) ke arah belakang (anus). Jangan biarkan kelamin dalam keadaan basah setelah buang air kecil atau besar. Mengeringkan kelamin dengan kain lembut untuk meminimalkan bakteri yang berkembang di tempat lembab. Hindari terlalu sering menggunakan celana dalam yang ketat atau tidak menyerap keringat. Jika selama ini terbiasa menggunakan pakaian dalam milik orang lain atau bergantian, mulai sekarang jangan ulangi kebiasaan buruk tersebut karena bakteri akan mudah berpindah tempat.
Jika keputihan sedang menjadi masalah pribadi Anda, jangan tunda-tunda lagi untuk mengusirnya. Obat tradisional lebih baik digunakan untuk mengurangi efek samping dari obat kimia. Anda bisa memanfaatkan 90 gram daun lidah buaya yang sudah dikupas kulitnya kemudian dijus ditambah 30 gram sambiroto segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya. Minimlah 2 kali sehari secara teratur. Mudah-mudahan keputihan akan lenyap dan Anda akan terhindar dari gatal-gatal dan bau tak sedap dari kelamin Anda.
Monday, 31 August 2009
Rokok, take it or leave it?
Sejak usia 17 tahun saya sudah mulai mencoba merokok walaupun belum bisa menikmatinya. Waktu itu merokok hanyalah partisipasi dengan teman-teman yang perokok. Partisipasi ini mulai meningkat ketika menduduki bangku kuliah, karena jumlah teman yang merokok juga lebih banyak. Dan pada akhirnya saya pun mulai bisa menikmati kepulan asap yang dihirup ke dalam paru-paru yang malang ini.
Krisis moneter tahun 1997 mulai berpengaruh terhadap kesehatan kantong yang tentu saja berakibat buruk pada alokasi dana RAPBP (rencana anggaran perokok berat). Beberapa teman termasuk saya, mulai berencana untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, dengan penuh perjuangan tentunya. Namun sayang, lebih banyak yang kandas di tengah jalan dan berakhir di bungkusan “Gold Flake”, rokok getir tapi murah. Berbagai cara sudah ditempuh, tapi sel-sel otak sudah terbiasa dengan kadar racun tertentu yang diracik oleh tangan-tangan terampil dan berpengalaman sehingga memiliki kekuatan candu yang cukup besar sehingga hasilnya, mental tak sanggup menahan rasa tersiksa untuk tidak merokok. Jangankan mencium aromanya, melihat orang yang menghisapnya pun sudah bikin mulut terasa asam.
Berbagai cara klasik sampai teknik terkini berhenti merokok pun di coba. Sebut saja misalnya bang Sahlan. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok maka dia pun menggantinya dengan kebiasaan buruk yang lain, makan permen. Setelah lebih kurang 2 bulan bang Sahlan pun kembali ke “Gold Flake” dengan alasan biaya beli permen tak kalah besar dengan rokok, disamping juga bisa mengakibatkan penyakit diabetes dan sakit gigi. Saya tak kalah dengan Sahlan, sudah lebih 3 bulan saya tidak beli rokok. Sayangnya, terlalu banyak orang yang baik hati memberikan rokoknya, dengan sukarela maupun sedikit terpaksa, sehingga akhirnya walupun tidak beli tapi saya tetap merokok.
Selama di New Delhi ada 2 mata air rokok yang tak putus-putus dan selalu mengalir ke mulut saya. Bang Pur, usianya lebih senior dari saya, penerima beasiswa sehingga krismon tidak begitu mempengaruhinya. Mungkin karena dia menganggap saya adik yang pantas disayangi, maka dia pun ikhlas berbagi “sungai nikotin”. Sumber yang satu lagi Cak Fathi. Tampangnya junior, tapi jangan salah, itu cuma casingnya, isinya jauh lebih tua dari saya. Teman yang satu ini mungkin punya pohon “Gold Flake” yang rajin berbuah di lemarinya, tidak ada pacekliknya walaupun tidak diberi pupuk. Hampir setiap bungkus yang dia buka saya pasti nimbrung. Disamping 2 sumber besar ini tentunya ada juga sumber-sumber lainnya. Seperti Bang Yusuf yang kadang-kadang singgah bertandang sepulang kerja dari KBRI. Bang Jusman yang tiba-tiba datang untuk berbagi ide. Bang Rozi yang kadang-kadang curhat tentang tambatan hatinya yang entah di mana wujudnya. Bang Ramlan, yang ATMnya gak pernah kosong. Bang Manu yang kadang-kadang datang berlibur dari Aligarh. Masih banyak lagi sumber-sumber lain yang tak tersebutkan.
Tahun 2004 saya bertemu lagi dengan Bang Pur yang belum berubah, tetap dia membelikan saya sebungkus “234” walaupun ternyata beliau sendiri sudah tidak lagi mengkonsumsi tembakau yang diracik dengan tar dan cengkeh pilihan dan diyakini sebagai obat batuk itu. Harum aromanya pun tak menggodanya. Yang mengejutkan, bukan hanya bang Pur, tapi chainsmoker di lingkungan bang Pur yang pernah saya kenal lainnya juga sudah gantung pipa. Ini membuat dunia terasa sepi, dan “234” pemberian bang Pur pun jadi terasa hambar.
Ketika saya mulai mengajar di IAIN-SU sebagai dosen honor, saya sering berkunjung ke kantor Bang Harun, juga senior saya, dan termasuk kalangan yang biasa berbagi nikotin dengan saya semasa kuliah. Anda mungkin bingung dengan istilah dosen honor. Tak perlu terlalu merasa kurang informasi, saya sendiri pun masih bingung dengan maksud istilah itu. Kalau anda mengira dosen honor adalah dosen yang diberi honor tinggi, anda salah. Tapi kalau anda mengatakan dosen honor adalah dosen kehormatan, lebih salah lagi. Bang Harun, juga seperti yang lainnya sedang berusaha mengurangi frekwensi merokoknya.
Oh ya, ada juga teman yang tidak berhenti menghisap tembakau, tapi sedang mencoba mengurangi ancaman bahayanya dengan mengganti rokoknya dengan yang mild. Tapi sepanjang pengetahuan saya kepercayaan bahwa rokok mild lebih aman karena nikotin dan tarnya berkadar rendah adalah isapan jempol belaka. Rokok mild tak selembut yang diiklankan. Jumlah tar dan nikotin yang dihisap dari rokok mild ternyata 8 kali lebih tinggi dari yang diklankan. Belum lagi jumlah yang dihisap bisa jadi lebih banyak. Rokok biasa bisa habis sebungkus perhari, sedangkan rokok mild 2 bungkus belum “nendang”.
Awal tahun 2009 saya bertemu Pak Mujab, senior saya di Aligarh Muslim University. Pertemuan tak diduga ini terasa hangat karena memang sudah sangat lama tidak bertemu. Angin apa kiranya yang telah membawa senior yang sangat saya segani ini ke kota Medan. Ternyata kunjungannya ke Medan adalah atas undangan orang “numero uno” di Sumut. Tanpa menghiraukan rasa lelahnya (sorry Mas ya..) kami duduk sampai larut malam di lobby hotel Madani ditemani putra pemilik hotel yang kebetulan adalah muridnya, dan kebetulan juga adalah bos saya di Sekolah Internasional Darul Ilmi Murni. Pembicaraan menarik tentang dunia pendidikan itu rasanya akan lebih menarik lagi kalau diselingi dengan isapan asap tembakau dan cengkeh pilihan, maka saya pun mengeluarkan sebungkus “234”. Saya ingin mengembalikan kenangan musim dingin di Aligarh, ngobrol-ngobrol dengan Pak Mujab sambil menikmati “234”. Dengan malas pak Mujab mengambil sebatang sembari berkata, ”sebetulnya saya sudah tidak merokok, kecuali sekali-sekali”. Ini adalah sesuatu yang mengejutkan bagi saya mengingat beliau adalah salah seorang perokok berat yang saya kenal. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan beliau bahwa merokok selain buruk buat kesehatan juga menunjukkan kebiasaan orang yanga tidak beradab.
Suatu hari saya mengunjungi blog Cak Fathi yang memang sering saya kunjungi (kunjungan balasannya donk Cak!). Ketika itu tulisannya menceritakan bahwa dia sedang merayakan ulang tahun yang pertama. Saya sempat berpikir, teman yang satu ini terlalu PD (percaya diri). Beliau memang sering mengaku berumur 17 atau 23 tahun, karena memiliki baby face. Tapi untuk mengaku berumur 1 tahun kan kelewat muda. Setelah selesai membaca tulisannya barulah saya tahu bahwa cendikiawan Malang yang selalu beruntung ini sedang merayakan tahun pertama dia tidak merokok. Sepertinya dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Walaupun mengejutkan saya tetap ucapkan selamat padanya.
Kedua orang yang pernah saya sebut sebagai “mata air” sudah menyatakan diri pensiun menghisap rokok, begitu juga teman-teman yang lain yang sudah insaf. Tinggal saya, the last hero, yang masih berkutat dengan rokok. Cerita ini menyisakan pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Ketika saya dulu merokok karena mengikuti teman-teman, sekarang kenapa setelah teman-teman quits moking, saya tidak ikut-ikutan berhenti?. Apa saya akan mengikuti jejak seorang teman lain, yang baru berhenti merokok setelah kanker paru-paru mencabut nyawanya?.
Krisis moneter tahun 1997 mulai berpengaruh terhadap kesehatan kantong yang tentu saja berakibat buruk pada alokasi dana RAPBP (rencana anggaran perokok berat). Beberapa teman termasuk saya, mulai berencana untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu, dengan penuh perjuangan tentunya. Namun sayang, lebih banyak yang kandas di tengah jalan dan berakhir di bungkusan “Gold Flake”, rokok getir tapi murah. Berbagai cara sudah ditempuh, tapi sel-sel otak sudah terbiasa dengan kadar racun tertentu yang diracik oleh tangan-tangan terampil dan berpengalaman sehingga memiliki kekuatan candu yang cukup besar sehingga hasilnya, mental tak sanggup menahan rasa tersiksa untuk tidak merokok. Jangankan mencium aromanya, melihat orang yang menghisapnya pun sudah bikin mulut terasa asam.
Berbagai cara klasik sampai teknik terkini berhenti merokok pun di coba. Sebut saja misalnya bang Sahlan. Untuk menghilangkan kebiasaan buruk merokok maka dia pun menggantinya dengan kebiasaan buruk yang lain, makan permen. Setelah lebih kurang 2 bulan bang Sahlan pun kembali ke “Gold Flake” dengan alasan biaya beli permen tak kalah besar dengan rokok, disamping juga bisa mengakibatkan penyakit diabetes dan sakit gigi. Saya tak kalah dengan Sahlan, sudah lebih 3 bulan saya tidak beli rokok. Sayangnya, terlalu banyak orang yang baik hati memberikan rokoknya, dengan sukarela maupun sedikit terpaksa, sehingga akhirnya walupun tidak beli tapi saya tetap merokok.
Selama di New Delhi ada 2 mata air rokok yang tak putus-putus dan selalu mengalir ke mulut saya. Bang Pur, usianya lebih senior dari saya, penerima beasiswa sehingga krismon tidak begitu mempengaruhinya. Mungkin karena dia menganggap saya adik yang pantas disayangi, maka dia pun ikhlas berbagi “sungai nikotin”. Sumber yang satu lagi Cak Fathi. Tampangnya junior, tapi jangan salah, itu cuma casingnya, isinya jauh lebih tua dari saya. Teman yang satu ini mungkin punya pohon “Gold Flake” yang rajin berbuah di lemarinya, tidak ada pacekliknya walaupun tidak diberi pupuk. Hampir setiap bungkus yang dia buka saya pasti nimbrung. Disamping 2 sumber besar ini tentunya ada juga sumber-sumber lainnya. Seperti Bang Yusuf yang kadang-kadang singgah bertandang sepulang kerja dari KBRI. Bang Jusman yang tiba-tiba datang untuk berbagi ide. Bang Rozi yang kadang-kadang curhat tentang tambatan hatinya yang entah di mana wujudnya. Bang Ramlan, yang ATMnya gak pernah kosong. Bang Manu yang kadang-kadang datang berlibur dari Aligarh. Masih banyak lagi sumber-sumber lain yang tak tersebutkan.
Tahun 2004 saya bertemu lagi dengan Bang Pur yang belum berubah, tetap dia membelikan saya sebungkus “234” walaupun ternyata beliau sendiri sudah tidak lagi mengkonsumsi tembakau yang diracik dengan tar dan cengkeh pilihan dan diyakini sebagai obat batuk itu. Harum aromanya pun tak menggodanya. Yang mengejutkan, bukan hanya bang Pur, tapi chainsmoker di lingkungan bang Pur yang pernah saya kenal lainnya juga sudah gantung pipa. Ini membuat dunia terasa sepi, dan “234” pemberian bang Pur pun jadi terasa hambar.
Ketika saya mulai mengajar di IAIN-SU sebagai dosen honor, saya sering berkunjung ke kantor Bang Harun, juga senior saya, dan termasuk kalangan yang biasa berbagi nikotin dengan saya semasa kuliah. Anda mungkin bingung dengan istilah dosen honor. Tak perlu terlalu merasa kurang informasi, saya sendiri pun masih bingung dengan maksud istilah itu. Kalau anda mengira dosen honor adalah dosen yang diberi honor tinggi, anda salah. Tapi kalau anda mengatakan dosen honor adalah dosen kehormatan, lebih salah lagi. Bang Harun, juga seperti yang lainnya sedang berusaha mengurangi frekwensi merokoknya.
Oh ya, ada juga teman yang tidak berhenti menghisap tembakau, tapi sedang mencoba mengurangi ancaman bahayanya dengan mengganti rokoknya dengan yang mild. Tapi sepanjang pengetahuan saya kepercayaan bahwa rokok mild lebih aman karena nikotin dan tarnya berkadar rendah adalah isapan jempol belaka. Rokok mild tak selembut yang diiklankan. Jumlah tar dan nikotin yang dihisap dari rokok mild ternyata 8 kali lebih tinggi dari yang diklankan. Belum lagi jumlah yang dihisap bisa jadi lebih banyak. Rokok biasa bisa habis sebungkus perhari, sedangkan rokok mild 2 bungkus belum “nendang”.
Awal tahun 2009 saya bertemu Pak Mujab, senior saya di Aligarh Muslim University. Pertemuan tak diduga ini terasa hangat karena memang sudah sangat lama tidak bertemu. Angin apa kiranya yang telah membawa senior yang sangat saya segani ini ke kota Medan. Ternyata kunjungannya ke Medan adalah atas undangan orang “numero uno” di Sumut. Tanpa menghiraukan rasa lelahnya (sorry Mas ya..) kami duduk sampai larut malam di lobby hotel Madani ditemani putra pemilik hotel yang kebetulan adalah muridnya, dan kebetulan juga adalah bos saya di Sekolah Internasional Darul Ilmi Murni. Pembicaraan menarik tentang dunia pendidikan itu rasanya akan lebih menarik lagi kalau diselingi dengan isapan asap tembakau dan cengkeh pilihan, maka saya pun mengeluarkan sebungkus “234”. Saya ingin mengembalikan kenangan musim dingin di Aligarh, ngobrol-ngobrol dengan Pak Mujab sambil menikmati “234”. Dengan malas pak Mujab mengambil sebatang sembari berkata, ”sebetulnya saya sudah tidak merokok, kecuali sekali-sekali”. Ini adalah sesuatu yang mengejutkan bagi saya mengingat beliau adalah salah seorang perokok berat yang saya kenal. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah alasan beliau bahwa merokok selain buruk buat kesehatan juga menunjukkan kebiasaan orang yanga tidak beradab.
Suatu hari saya mengunjungi blog Cak Fathi yang memang sering saya kunjungi (kunjungan balasannya donk Cak!). Ketika itu tulisannya menceritakan bahwa dia sedang merayakan ulang tahun yang pertama. Saya sempat berpikir, teman yang satu ini terlalu PD (percaya diri). Beliau memang sering mengaku berumur 17 atau 23 tahun, karena memiliki baby face. Tapi untuk mengaku berumur 1 tahun kan kelewat muda. Setelah selesai membaca tulisannya barulah saya tahu bahwa cendikiawan Malang yang selalu beruntung ini sedang merayakan tahun pertama dia tidak merokok. Sepertinya dunia ini memang penuh dengan hal-hal yang mengejutkan. Walaupun mengejutkan saya tetap ucapkan selamat padanya.
Kedua orang yang pernah saya sebut sebagai “mata air” sudah menyatakan diri pensiun menghisap rokok, begitu juga teman-teman yang lain yang sudah insaf. Tinggal saya, the last hero, yang masih berkutat dengan rokok. Cerita ini menyisakan pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Ketika saya dulu merokok karena mengikuti teman-teman, sekarang kenapa setelah teman-teman quits moking, saya tidak ikut-ikutan berhenti?. Apa saya akan mengikuti jejak seorang teman lain, yang baru berhenti merokok setelah kanker paru-paru mencabut nyawanya?.
Friday, 14 August 2009
Cara Gila mendongkrak backlink
Mau tahu Cara cepat update PageRank di Google? Makanya jangan pernah menganggap remeh penyebaran produk dengan pemasaran sistem Multi Level Marketing? Dan dalam postingan kali ini saya mau mencoba mengajak kamu semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink.
Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu
1. Facebook
2. Friendster
3. ilmu-belajar-komputer
4. SEO Tutorial
5. Artis News
6. Blogku.info
7. Lerry060103
8. Openkore Discussion
9. Blog Bangari
10. Health n Earn
Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).
Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.
Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.
Selamat mencoba :lol:
Caranya gampang kok, Yang perlu kamu lakukan adalah meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu
1. Facebook
2. Friendster
3. ilmu-belajar-komputer
4. SEO Tutorial
5. Artis News
6. Blogku.info
7. Lerry060103
8. Openkore Discussion
9. Blog Bangari
10. Health n Earn
Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10).
Jika tiap peserta mampu mengajak 5 orang saja, maka jumlah backlink yang akan didapat adalah
Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125
Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, juga membuat blog kamu mendapatkan traffik tambahan.
Nah, silahkan copy paste artikel ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.
Selamat mencoba :lol:
Monday, 19 January 2009
Benefit of Oukup
Oukup is the Karo traditional steam bath which is very popular in Medan, a city in NOrth Sumatera. A room provided with hot steam of traditional herb and spices for the sake of healthness at the low cost is usually found in Jamin Ginting street. But unfortunately some oukup places now turning to be place of prostitution. You hardly find the real oukup unless you have a good knowledge of the area.
Oukup opens the pores on skin and helps body to remove toxins and other impurities from within the body and blood. Its traditional herb gives a particular benefits to cure various disease. Commonly, steam bath is safe for human health and does offer health benefits such as relaxation, weight loss and many more as stated by various health case institutes and magazines which has conduct a study on it.
Oukup bath causes sweating & helps in opening skin pores. As we sweat more, it helps in excretion of body toxins and other impurities from the blood. People experience freshness in mood and health for longer time once they take oukup bath, as the body gets cleansed through sweating and muscles are relieved leading to the feeling of well-being. Oukup is also useful in joint pains as the warm steam helps blood flow resume effectively in all parts of the body and the contracted muscles are relieved.
The heat generated during oukup helps our body in improving our immune system by increasing our body heat which simulates the fever condition. We also know about the medical properties of steam, which proves to be of great help in treating problems like cold (sinusitis), bronchitis, laryngitis etc.
Oukup opens the pores on skin and helps body to remove toxins and other impurities from within the body and blood. Its traditional herb gives a particular benefits to cure various disease. Commonly, steam bath is safe for human health and does offer health benefits such as relaxation, weight loss and many more as stated by various health case institutes and magazines which has conduct a study on it.
Oukup bath causes sweating & helps in opening skin pores. As we sweat more, it helps in excretion of body toxins and other impurities from the blood. People experience freshness in mood and health for longer time once they take oukup bath, as the body gets cleansed through sweating and muscles are relieved leading to the feeling of well-being. Oukup is also useful in joint pains as the warm steam helps blood flow resume effectively in all parts of the body and the contracted muscles are relieved.
The heat generated during oukup helps our body in improving our immune system by increasing our body heat which simulates the fever condition. We also know about the medical properties of steam, which proves to be of great help in treating problems like cold (sinusitis), bronchitis, laryngitis etc.
Wednesday, 17 December 2008
Caesar's Palace - Indonesia: Masturbasi Baik Untuk Pria...woooooow
Caesar's Palace - Indonesia: Masturbasi Baik Untuk Pria...woooooow
Aje giile.. ini baaaaaru hal baru.... Biasanya di mana-mana pendapat orang tentang masturbasi selalu negatif. Menurut pendapat yang tak bisa dipertanggungjawabkan, masturbasi bisa menyebabkan kemandulan, penyakit seksual dan kurang stamina. Tapi sebaliknya hasil riset yang dipublikasikan New Scientist menyebutkan bahwa laki-laki yang teratur melakukan masturbasi berisiko lebih kecil mengidap penyakit kanker prostat.
Menurut para peneliti kanker di Melbourne, mengeluarkan cairan sperma secara teratur bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Malah kalau cairan sperma tidak dikeluarkan akan menumpuk dalam prostat senyawa kimia penyebab kanker (karsinogen).
Hal ini bersebarangan dengan pendapat ahli kesehatan sebelumnya, bahwa kanker prostat dipicu oleh aktivitas seksual yang terlalu sering. Mana yang bener nih ya...???
Aje giile.. ini baaaaaru hal baru.... Biasanya di mana-mana pendapat orang tentang masturbasi selalu negatif. Menurut pendapat yang tak bisa dipertanggungjawabkan, masturbasi bisa menyebabkan kemandulan, penyakit seksual dan kurang stamina. Tapi sebaliknya hasil riset yang dipublikasikan New Scientist menyebutkan bahwa laki-laki yang teratur melakukan masturbasi berisiko lebih kecil mengidap penyakit kanker prostat.
Menurut para peneliti kanker di Melbourne, mengeluarkan cairan sperma secara teratur bisa mengurangi risiko terkena kanker prostat. Malah kalau cairan sperma tidak dikeluarkan akan menumpuk dalam prostat senyawa kimia penyebab kanker (karsinogen).
Hal ini bersebarangan dengan pendapat ahli kesehatan sebelumnya, bahwa kanker prostat dipicu oleh aktivitas seksual yang terlalu sering. Mana yang bener nih ya...???
Subscribe to:
Posts (Atom)





